• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Karang Pembina arrow Baret Coklat Miliknya Siapa ?
Baret Coklat Miliknya Siapa ? PDF Print E-mail
Article Index
Baret Coklat Miliknya Siapa ?
Page 2

Baret Coklat Milik Siapa ?

 

ImagePada penyelenggaraan upacara besar di Tingkat Nasional, kali ini nampak sesuatu yang berbeda dengan para presiden sebelumnya. Seperti pada pembukaan Raimuna ke 9 yang baru lalu, Presiden selaku Ka Mabinas mengenakan baret coklat seperti yang dipergunakan oleh para Para Anggota Penegak dan Pandega. Banyak yang tanya kenapa beliau menggunakan topi baret, kenapa tidak menggunakan peci seperi biasanya ? atau sudahkan sesuai dengan petunjuk yang dileluarkan oleh Kwartir Nasional tentang Seragam Pramuka ? Apakah hanya sebagai penghormatan kepada Para Anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang adalah sekaligus di ajang kegiatan milik mereka ? Tetapi yang tidak bisa kita pahami adalah apabila itu sudah sesuai dengan Selera Pimpinan !

Perlu diingat, bahwa, seorang Presiden adalah bagian dari perangkat Kepresidenan yang merupakan simbol simbol kenegaraan yang patut kita jaga kewibawaan dan kehormatannya. Sudah barang tentu setiap kebijakan yang diambil maka sudah harus dilandasi dengan ketentuan yang berlaku, jika di lingkungan pramuka maka disesuaikan dengan AD/ ART Gerakan Pramuka.

Jika penggunaan Seragam Pramuka tidak sesuai petunjuk yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional maka jelas akan memungkinkan timbul pemakaian seragam yang beraneka ragam. Akan lebih parah  jika ada yang punya pendapat, misalnya : “ lha presiden saja boleh masak gubernur/ bupati tidak ? tentunya juga boleh kan ? “.  Lha  terus pakai aturan mana lagi ?

ImageSeperti halnya kebijakan dalam penggunaan seragam para anggota pramuka yang mengikuti Jambore Internasional 2007 tahun lalu, yakni setangan leher bagi regu putri menggunakan setangan leher milik pramuka putra. Payah jadinya kalau punya argumen, seperti ini misanya, “ Yaa.., karena kalo untuk tukar souvenir, pita leher putri nggak laku… “. Weleh, …….biar nggak laku tapi tetap milikku dan kebanggaanku, bung !

Singkat cerita agar tidak menimbulkan polemik dan banyak pertanyaan yang mungkin bisa menimbulkan banyak persepsi, maka pihak Kwartir Nasional yang berkompeten dengan penyelengaraan ini harus mampu mensosialisasikan hal hal seperti yang tersebut khususnya masalah penggunaan seragam.

Setiap kebijakan yang sudah diatur tapi baru, sebaiknya dipayungi dengan hukum yang mengatur dan melindungi tentang perubahan tersebut secara khusus.

Bisa jadi Presiden adalah Ka Mabinas sekaligus berkedudukan sebagai Pramuka Utama, dapat pula dijadikan Anggota Kehormatan dalam suatu Forum Kegiatan tersebut ( Ingat, di lingkunagan T/D mengenal tradisi atau adat istiadat). Namun demikian tetap memerlukan aturan tersendiri, sebagai payung hukum tentang hal itu. Demikian pula tentang penggunaan seragam bagi pramuka yang mengikuti kegiatan di luar negeri.

Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa itu, antara lain ;

  1. Tetap berpedoman pada AD/ ART Gerakan Pramuka.
  2. Belajar menghormati ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku ( PP )
  3. Menghindari kekeliruan pendapat maupun persepsi yang berbeda.
  4. Menghindari anekdot ganti pimpinan/ pengurus ganti kebijakan atau selera.
  5. Atau peraturan dibuat hanya berlaku untuk yang di daerah saja.

Kita ini seorang pembina, sudah menjadi keharusan sebagai pembina dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya selain dengan keteladanan adalah menganjurkan mereka untuk berani bicara jika itu sesuatu yang diyakini adalah benar. Dengan demikian. nantinya tidak ada lagi petanyaan yang berkelakar , “ baret ini milik siapa. ya ? maka sebaiknya jangan ada yang ngaku… “.

Bagaimanapun kita tetap bangga dengan seragam kita, dulu waktu muda pakai baret sekarang peci, yang pasti pembina paling tertib dalam pemakaiannya. Wassalam.


User Comments

Comment by GUEST on 2008-07-24 18:06:46
bagi yang mau berpikir dari hikmah..... 
penggunaan baret oleh Ka. mabinas agar kita bisa menjaga kehormatan baret coklat yang kehormatannya mulai luntur 
kembalikan itu

Comment by GUEST on 2008-07-17 12:09:47
wah puyeng pada bikin aturan dewe - dewe

Comment by GUEST on 2008-07-19 21:15:08
hehe besok kalau ada upacara 14 agustus. 
kakak kakak anggota hiprada bisa pake baret trus kacamata hitam kayak kakak - kakak kita di tni. 
 
hands

Comment by GUEST on 2008-07-14 08:12:19
Baret soklat dalam Pramuka betul yang menggunakan adalah peserta didik dari siaga, panggalang, penegak dan pandega. Pembina dibedakan menggunakan pecis. Kenapa Presiden RI menggunakan baret, menurut kakak ini mesti ada yang keliru memberikan informasi ke Presiden bila pakaian upacara dengan tutup kepala baret. Akhirnya baret Presiden sewaktu menjadi Taruna Akademi Angkatan Darat di cari-cari ketemu terus dipakai. He..he..emangnya Kwarnas pikirin.

Comment by GUEST on 2008-07-14 12:23:10
iya tu bener klo kitrim pesan kesini bisa sampe ke kwarnas nggak soalnya klo cuma kirim terus nggak di baca kan percuma seperti menggarami airlaut ya nggak?!  
harap berijawaban  
roziq saka bhayangkara  
imail  

Comment by GUEST on 2008-07-16 13:47:11
seharusnya kwarnas bersikap lebih tegas dalam penertiban pemakaian seragam pramuka untuk apa ada PPnya kalau bisa diubah seenaknya. bahkan di daerah sayapun ada pramuka dengan warna pakaian yang berbeda bahkan saat raimuna daereah saya menyaksikan berbagai atribut yang saya kira berlebihan dalam pemakaian seragam pramuka. 
saya kira masih bayak lagi kasus lain yang berkaiatan dengan penyeragaman pemakaian pramuka. 
by 

Comment by GUEST on 2008-07-24 11:18:06
seharusya presiden

Comment by GUEST on 2008-07-24 11:22:56
pramuka bisa amburadul dan ga benar dlm cara berpakaian

Comment by GUEST on 2008-11-12 14:59:17
makanya pramuka jangan dijadikan ladang bisnis !!! KEMBALIKAN PRAMUKA KE KHITAHNYA, ganti saja pengurus kwarnas dengan orang yang memang benar-benar memahami gerakan pramuka sebagai organisasi pembentukan watak INGAT ITU KAK !

Comment by GUEST on 2008-12-15 21:37:09
SALAM PRAMUKA. 
 
tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada KWARNAS dan KA.MABINAS. 
 
sesungguhnya ini bukan masalah yang pelik dan rumit, 
mari kita sikapi masalh ini dengan arif, seharusnya para anggota pramuka  
( siaga,penggalang,penagak dan pandega ) 
bangga karena seorang pramuka utama masih mau menghormati mereka,walaopun mungkin cara yang di pakai kurang pas, namun mari kita liat niat baiknya, bahwa pada saat itu adalah kegiatannya anggota bukan pembina, 
saya setuju dengan commentar di atas yang mengatakan kehormatan baret coklat telah mulai hilang dan luntur terbawa arus zaman. 
 
mari kita tinggalkan polemik itu, lebih baik sekarang kita giatkan lagi dan rapatkan lagi barisan 
agar kegiatan pramuka menjadi kegiatan yang paling di gemari oleh pemuda,agar generasi muda kita menjadi generasi yang maju dan selalu menjaga tegaknya NKRI dan menjujung tinggi TRI SATYA dan DASA DARMA 
 
SALAM PRAMUKA. 
 
 
Guntur Wahyudi  
SAKA WIRAKARTIKA 
KODIM 0701/BANYUMAS 
 

Comment by GUEST on 2009-01-24 11:52:06
pake baret bagus, pake peci bagus, prinsif AD/ART, PP (aturan hukum) harus ditaati, yang nggak bagus adalah masih ada Pramuka yang pakai seragam Pramuka aja nggak lengkap, beliau itu kepala negara, kalau beliau mau pake helm baja pake baju Pramuka juga nggak ada yang larang, gitu aja kok repot....

Comment by GUEST on 2009-08-04 11:07:44
SUDAH MENJADI HAL BIASA DAN ATAU MEMANG SENGAJA DIBIASAKAN MELANGGAR ATURAN DI DALAM GERAKAN PRAMUKA YA.... 
 
TAPI SEBAIKNYA KALO MAU KOMENTAR KOREKSI DIRI DULU DEH........  
UNTUK ... ATURAN SAKA WIRAKARTIKA KAYAKNYA JUGA NDAK JELAS SAMPAI SEKARANG YA.........TAPI HEBOH BANGET SAK INDONESIA....... 
KALO MAU BICARA AD-ART, PP, SK JUKLAK-JUKNIS, NDAK ADA TUH SAKAWIRAKARTIKA KECUALI, MOU KWARNAS DAN MABES AD TENTANG GUDEP DI JAJARAN TERITORIAL TNI AD...... 
 
TAPI NDAK PA2 SUDAH BIASA DI PRAMUKA ITU SEMAUNYA SENDIRI...... 
 
semut diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak kelihatan..... 
 
jika orang lain salah dihabisi, kalau diri sendiri salah ?????? 
 
 
 

Comment by GUEST on 2009-07-08 07:26:15
maklum sih maklum kak....tapi tetap dong harus taat aturan...buat aja pp-nya selesai!!!! apa sih susahnya???????? kalau ga mau ya udah....jangan salahkan kalau di daerah buat aturan sendiri-sendiri bahkan jangan disalahkan kalau tidak berpedoman pada sk kwarnas hehehe......gimana kak?

Comment by GUEST on 2010-01-09 22:14:10

Comment by GUEST on 2010-01-11 22:44:44

Comment by GUEST on 2010-03-02 00:35:11
Salam Pramuka...!!! 
 
Permasalahan utama yang sekarang ini di hadapi Gerakan Pramuka bukanlah tata cara penggunaan 'baret' dan 'peci'...  
 
Gerakan Pramuka saat ini dikota-kota besar apalagi di kota Jakarta sudah sangat tidak menjual bagi anak-anak muda dengan alasan kampunganlah, noraklah de el el, kami melihat penggunaan 'baret' oleh Presiden SBY selaku 'Pramuka Tertinggi' memiliki tujuan moral untuk meletak kembali kebanggaan ber seragam Pramuka baik itu kepada anggota Pramuka itu sendiri dan masyarakat secara umum tentunya dengan harapan Gerakan Pramuka menjadi lebih dihargai, analoginya sbb : lihat lah wong Presiden aja masih pake baju Pramuka....???...  
 
Seharusnya kita melihat ini sebagai sebuah pesan moral yang membanggakan, jadi jangan lah ini dijadikan perdebatan yan tiada akhir...  
 
Dan tentu saja sudah seharusnya Kwarnas melihat moment ini dan segera mengeluarkan kebijakan perihal terkait sehingga tidak menjadi besar dan berlebihan seperti sekarang ini.... 
 
(sampai sekarang masih Pramuka)

Comment by GUEST on 2010-07-07 05:46:47

Comment by GUEST on 2010-07-26 23:23:41
santai jak biasalah itu... tak usah dipikirin yang penting keren abis.........

Comment by GUEST on 2010-07-26 23:37:38
emang betul kata teman2 Pramuka diatas, emang banyak yang betanya-tanya tentang penggunaan baret oleh presiden waktu itu, tapi saya menilai tetap positif kok, soalnya keren abis kalo presiden pake baret saat itu... yang penting liat dari sisi positif aja ya... kakak... kakakku sekalian..... adik siaga liat jadi kepengen pake baret lagi kayak pak SBY....suer deh.... mudah-mudahan banyak yang mau jadi pramuka karena bangga punya presidennya pake baret....gagah abis.... 
kenapa ada bilang tak boleh, pramukakan fleksibel... coba bayangin seandainya ada seoarang anak yang pengen jadi pramuka, tapi tak punya duit buat beli seragam pramuka, dia cuma punya topi pet itupun minjam... apa ndk boleh ikut pramuka... padahal kepengen banget tuu...kan kasian gara-gara tak bisa beli baret lalu tak dibolehkan pramuka.....yang penting niat dan semangatnya untuk jadi PRAMUKA INDONESIA 
SEMOGA PRAMUKA TETAP JAYA....." 
Bukan karena kacuku kujadi Pramuka 
Bukan karena baretku kujadi Pramuka 
tapi karena hatiku kujadi Pramuka 
salam Pramuka buat Pramuka Indonesia yaa.....

Comment by GUEST on 2010-07-26 23:51:46
Dalam PP Seragam Pramuka emang betul tu ditentukan pake baret tuk Pramuka Putra dan Peci tuk para Pembina Putra,, akan tetapi lebih banyak para pembina pada saat Upacara Raimuna tersebut yang pake topi lapangan bukan peci, nah loh gemana pula itu.... ada laen lagi... selain baret, ada anggota dewasa yang pake baju pramuka tapi pas liat celananya kok pake warna hitam.... di sakunya sebelah kanan pake tanda pelatih lagi, udah itu pake topi pet btuliskan raimuna eh duduk pula die dibarisan kursi kehormatan lalu siapa yang mau melarangnya wong dia seorang pejabat pula, apalagi diikuti oleh pengawal...saya dari salah satu orang yang duduk dekatnya bahkan bersalaman dengannya waktu itu liat sendiri jadi geli campur sedih .....he3x kacian tu kakak pakaiannya morat marit he3x

Comment by GUEST on 2010-08-06 18:18:27
gimana nee kak???? 
saya jadi bingung 
entar klo udah kmd saya pakai apa

Comment by yudistira on 2010-09-14 21:51:55
salam pramuka  
entah kenapa kok sy lebih suka pramuka dewasa dibolehkan pake baret ya dan peci nasional bagi yg mau. karena ya itu salah satunya kt kembalikan marwah baret coklat yg sudah mulai luntur. 
 
sekarang sy pramuka dewasa tp lebih prefer pake baret/topi lapangan daripada peci cuma karena belum ada pp yg jelas mengatur penggunaan baret jd ya sementara pake topi lapangan saja  
 
kakak2 di kwarnas tlg dong segera keluarkan kebijakan menyangkut masalah ini biar ngk terombang ambing

Comment by GUEST on 2009-06-17 13:37:25
Salam Pramuka, 
 
Ingat Dasa Dharma point empat. Patuh dan suka bermusyawarah. 
 
Dalam PP seragam pramuka anggota dewasa, anggota dewasa menggunaka peci nasional sebagai tutup kepalanya, bukan baret.  
 
PP adalah sesuatu yang dikeluarkan Kwartir Nasional yang sudah seyogyanya diindahkan setiap anggota Gerakan Pramuka mulai dari yang paling bawah sampai dengan Pramuka Utama. 
 
Jika kita tidak sesuai dengan PP, kita melanggar aturan yang artinya kita telah tidak patuh terhadap aturan dan artinya pula kita telah melanggar point keempat dasa dharma.....

Comment by on 2011-10-14 03:49:28
yang sesuai dengan semangat anak muda.kalo memang peci sudah g relevan,apa sih susahnya membuat PP.. 

Comment by scoutmaster on 2011-11-13 11:36:52
inilah dinamika kehidupan dalam Gerakan Pramuka yang unik dinamis... selalu kembang kempis, yang penting nilai-nilai nya aja yang jangan dirubah. oya usul nih kalo tutup kepala pramuka penggalang,penegak dan pandega putri tu diubah bahannya dari anyaman bambu menjadi bahan kain, dengan bentuk seperti yang digunakan ibu-ibu polisi wanita. kenyataan dilapangan bahwa topi pramuka putri tu paling cepat rusaknya dan ndk keren, bahkan banyak yang tidak mau menggunakan karena mudah rusak apalagi kalo kena air. saya udah uji coba terapkan hal ini dan hasilnya sungguh diluar dugaan, yang awalnya anggota putri cuma 18 orang dan setelah topi pramuka nya diubah eh banyak yang mendaftar kembali untuk menjadi anggota pramuka sampai 80 orang / 2 pasukan lebih hanya gara-gara topinya di ubah. mereka lebih semangat dan bangga karena ndk nampak jadul dan lebih hemat......(tahan lama)....mudah2an kwarnas dapat membaca tulisan ini....dan mudah2an ada yang menanggapi usul dan saran ini....salam pramuka

Comment by on 2012-01-24 01:27:59
menanggapi setangan leher putra digunakan putri......INDONESIA, berbanggalah.....ke-BAHASA-anmu tidak diskriminatif, tidak gender.... bijaksana, setara, Islami ( * kesederajatan manusia dan taqwa) ....mau bukti: lihatlah tata bahasa ARAB dan ENGLISH..... yg katanya bangsa besar itu. Dalam bahasa mereka sama sekali tidak menunjukkan emansipatif. Laki-laki dan Perempuan dikotak-kotak sedemikian rupa. Untuk menunjuk kata DIA/ NYA saja, manusia diperlakukan berbeda-beda... ARAB: HU dan HA dan English dengan: HE dan SHE.....?? Dan INDONESIA, semuanya sama Laki-laki dan perempuan satu: DIA / NYA...... MERDEKA,

Comment by Tetap Pramuka on 2012-01-26 13:28:52
Ketaqwaan pada Tuhannya menjalankan Agamanya 
Kepatuhan pada Negara mentaati UUD dan UU nya. 
Kebanggan pada Pramuka mengikuti aturannya..... 
 
Orang bisa menjadi besar karena diawali dari Kepatuhan dan taat pada hal-hal yang kecil....

Comment by on 2012-01-29 23:04:03
Saka.................. Kwartir.................... (bukan nama INSTANSI)

Comment by on 2012-03-01 08:17:16
saya waktu raimuna 9 itu hadir juga kak... dan yang kami lihat waktu itu bukan cuma baret yang dikenakan kak mabinas bahkan bajupun terlihat aneh.... serta lambang lambang yang bukan merupakan lambang dari gerakan pramuka .. so tapi gak ada masalah untuk itu semua... yang penting pramuka tetep berjaya dan sampai ketemu di raimuna 10.. plus lihat style ka mabinas nanti di sana ((((

Comment by on 2012-06-29 04:12:35
jd gmna nie kak,,dah ada kjelasan blm..?? 
Kya' ny makin lama ''pembina/andalan baret'' makin merajalela.. 
Bikin rancu yg d bawah..


Pancasila Pramuka
ban_gp.gif
slide_kwarda.gif
LAYANAN CHATTING